Kesederhanan, kemurahan hati, dan ketulusan mengantar kita pada Allah. Inilah yang ditunjukkan Janda Miskin dalam Injil dan Daniel dkk dalam Bacaan I. Selamat beraktivitas.
Jumat, 20 April 2018 ALLAH MEMBERI KITA MAKANAN (Yoh 6:52-59) FOTO: pefle4.com.br Allah begitu bijaksana pada kita. Kemarin, kita merenungkan tentang Roti yang hidup. Hari ini tema itu muncul lagi. Untuk hal ini, kita mesti masuk dalam seluk beluk relasi Allah dan manusia. Kita tahu bahwa Allah memberi kita Yesus, Putra-Nya. Yesus sendiri selalu mengajak kita untuk percaya pada-Nya sebab Dia datang dari Bapa. Dan, ha ri ini Allah memberi kita makanan spiritual. Tidak tanggung-tanggung, makanan itu adalah Tubuh dan Darah Yesus. Kita menerima dua hal ini setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi. Maka, saat kita mengikuti misa dan menerima komuni kudus, kita benar-benar sedang berjumpa dengan Allah. Semoga bacaan ini mengingatkan kita alan Tubuh dan Darah Yesus.
Rabu, 25 April 2018 SANTO MARKUS, PENULIS INJIL PERTAMA Mark 16: 15-20 FOTO: sawtelrab.org Hari ini, Gereja Katolik merayakan Pesta Santo Markus . Dia adalah penulis Injil yang pertama atau yang tertua yakni Injil Markus. Markus membantu kita mengikuti perjalanan misi Yesus di dunia. Perikop hari ini berbicara tentang Yesus yang mengutus para murid dan bagaimana para murid menjalankan misi mereka. Yesus memberi mere ka perintah untuk pergi dan dengan memberi kekuatan. Ini menarik karena persis inilah yang dibuat Markus. Ia pergi mewartakan Injil bersama Paulus dan Barnabas. Setelah pergi sebagai pewarta atau misionaris, Markus menulis Injilnya. Inilah cara Markus mewartakan Injil. Bagaimana dengan kita saat ini? Apakah kita juga punya cara tersendiri untuk mewartakan Injil? Apakah kita mau PERGI dan mau melepaskan zona aman kita? Selamat Pesta Santo Markus.
Minggu, 9 September 2018 BELAJAR DARI “JOJO” Markus 7: 31-37 Beberapa tahun lalu, saya tinggal di panti asuhan. Di sana saya bertemu banyak orang cacat fisik. Saya kagum dengan seorang anak kecil yang bukan saja tuli tetapi juga tidak bisa bicara. Komunikasi kami waktu itu hanya dengan bahasa simbol. Misalnya dengan memperagakan cara mengambil sendok dan memasukkannya ke mulut untuk mengatakan makan. Sedangkan untuk minum kami memperagakan cara memegang gelas lalu memasukkannya ke mulut. Kekaguman saya makin besar saat saya tahu bahwa dia mengerti bahasa simbol saya. Kedua bahasa simbol di atas hanyalah contoh dan biasa kami gunakan dalam komunikasi sehari-hari dengan mereka. Reaksinya masih saya ingat saya dia mengerti bahasa saya: dia akan tersenyum dan melihat saya. Dalam Injil hari ini, kita berjumpa dengan orang semacam ini. Orang-orang membawanya pada Yesus. Sayangnya dia tidak bisa berkomunikasi dengan Yesus. Mulut dan telinganya tertutup. Yesus pun memperla...
Komentar
Posting Komentar