Kesederhanan, kemurahan hati, dan ketulusan mengantar kita pada Allah. Inilah yang ditunjukkan Janda Miskin dalam Injil dan Daniel dkk dalam Bacaan I. Selamat beraktivitas.
Rabu, 25 April 2018 SANTO MARKUS, PENULIS INJIL PERTAMA Mark 16: 15-20 FOTO: sawtelrab.org Hari ini, Gereja Katolik merayakan Pesta Santo Markus . Dia adalah penulis Injil yang pertama atau yang tertua yakni Injil Markus. Markus membantu kita mengikuti perjalanan misi Yesus di dunia. Perikop hari ini berbicara tentang Yesus yang mengutus para murid dan bagaimana para murid menjalankan misi mereka. Yesus memberi mere ka perintah untuk pergi dan dengan memberi kekuatan. Ini menarik karena persis inilah yang dibuat Markus. Ia pergi mewartakan Injil bersama Paulus dan Barnabas. Setelah pergi sebagai pewarta atau misionaris, Markus menulis Injilnya. Inilah cara Markus mewartakan Injil. Bagaimana dengan kita saat ini? Apakah kita juga punya cara tersendiri untuk mewartakan Injil? Apakah kita mau PERGI dan mau melepaskan zona aman kita? Selamat Pesta Santo Markus.
Jumat, 20 April 2018 ALLAH MEMBERI KITA MAKANAN (Yoh 6:52-59) FOTO: pefle4.com.br Allah begitu bijaksana pada kita. Kemarin, kita merenungkan tentang Roti yang hidup. Hari ini tema itu muncul lagi. Untuk hal ini, kita mesti masuk dalam seluk beluk relasi Allah dan manusia. Kita tahu bahwa Allah memberi kita Yesus, Putra-Nya. Yesus sendiri selalu mengajak kita untuk percaya pada-Nya sebab Dia datang dari Bapa. Dan, ha ri ini Allah memberi kita makanan spiritual. Tidak tanggung-tanggung, makanan itu adalah Tubuh dan Darah Yesus. Kita menerima dua hal ini setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi. Maka, saat kita mengikuti misa dan menerima komuni kudus, kita benar-benar sedang berjumpa dengan Allah. Semoga bacaan ini mengingatkan kita alan Tubuh dan Darah Yesus.
Senin, 9 April 2018 HARI RAYA KABAR SUKACITA (Luk 1: 26-38) FOTO: mostmercifuljesus.com Hari ini adalah Hari Raya Kabar Sukacita: Maria menerima kabar dari Malaikat Gabriel. Renungan ini pun dibuat berdasarkan Kalender Liturgi dalam bahasa Inggris dan Italia. Kita di Indonesia merayakan pesta ini pada 24 Maret yang lalu. Tidak salah jika menelaah sikap Maria. Andai dia menjawab TIDAK atas undangan Allah, sejarah baru di duni a ini terbentuk. Namun, Maria menjawab YA dan sejak saat itu dia mengikuti rencana Allah dalam hidupnya. Tindakan dan sikapnya berubah total sejak Gabriel memberi berita ini. Hal penting di sini adalah mengikuti Kehendak Allah, menuruti rencana Allah bagi kita. Dalam hal ini, kita bisa meniru sikap Maria.
Komentar
Posting Komentar